Select Page

ASI adalah Kunci Imunitas dan Kecerdasan Anak

ASI (Air Susu Ibu) dan menyusui adalah dua hal yang tidak dapat dipisahkan dari ibu yang baru melahirkan dan anaknya. Menyusui adalah aktivitas yang harus dijalani oleh ibu pasca melahirkan, selain banyak manfaat dari pada menyusui, menyusui juga merupakan sebuah kewajiban dan ASI adalah hak anak. ASI adalah makanan yang paling ideal bagi tumbuh kembang sang bayi. Sebelum membahas mendalam mengenai manfaat dan pentingnya ASI bagi tumbuh kembang anak, sebelumnya kita akan mengenal ASI lebih dalam.

Apakah ASI Esklusif itu ?

ASI (Air Susu Ibu) esklusif adalah pemberian ASI saja yang dilakukan ibu pasca melahirkan baik secara langsung atau menggunakan media sekurang – kurangnya 6 bulan, hingga anak berusia 6 bulan. Pemberian ASi esklusif ini artinya tidak ada tambahan zat apapun kecuali ASI termasuk air putih, susu formula, teh, madu atapun cairan lainnya. Banyak ibu yang khawatir dengan kecukupan gizi anak jika hanya diberikan ASI saja. Untuk hal ini, anda tidak perlu khawatir karena kandungan ASI sangat sempurna dan kompleks. Sebelum membahas lebih jauh menganai manfaat yang diberikan ASI, simak ulasan komposisi ASI berikut ini agar sang semakin mantap untuk memberikan ASI secara Esklusif.

[

Kandungan dan Komposisi ASI

ASI terkandung dari berbagai zat – zat penting untuk imunitas dan kecerdasan anak. Berikut ini kandungan utama zat yang terdapat dalam ASI

%

Water

%

Lactose

%

Fat

%

Protein

1. Air dan Mineral
Komposisi ASI terdiri dari 87,5% ASI, sehingga bayi tidak perlu ada tambahan cairan apapun bahkan untuk suhu panas sekalipun. Untuk kandungan mineralnya, antara lain kalsium yang berfungsi untuk perkembangan tulang dan otot, serta mengandung zinc untuk membantu metabolisme. Jika tidak ada kondisi medis tertentu, maka ASI cukup menggantikan semua cairan tubuh yang dibutuhkan bayi.

2. Kolostrum
Kolostrum adalah zat yang tidak bisa digantikan oleh apapun, zat ini terlihat seperti ASI yang kental dan cenderung berwarna kekuningan yang keluar 1-5 hari pertama pasca melahirkan yang fungsinya sangat penting untuk imunitas sang bayi

3. Karbohidrat dan Protein
Karbohidrat dipelukan bayi sebagai sumber energi, zat yang mengandung karbohidrat dalam ASI adalah laktosa. Sedangakan zat protein pada ASI yaitu whey dan kasein. Kandungan whey pada ASI lebih tinggi dibanding susu formula. Dengan kandungan tersebut makan kebutuhan makanan padat belum dibutuhkan bayi usia 0 hingga 6 bulan.

4. Kartinin
Zat kartinin yang terkandung pada ASI juga berperan penting untuk metabolisme tubuh dan proses pembentukan energi.

5. Lemak dan Vitamin
ASI (Air susu ibu) kaya akan lemak yang berfungsi untuk pertumbuhan otak, dilengkapi dengan omega 3 dan 6 yang juga mendukung pertumbuhan otak. Sedangkan vitamin, vitamin yang terkandung dalam ASI adalah vitamin E,A, B dan C yang dilengkapi dengan asam folat untuk daya tahan tubuh.

Kandungan zat – zat baik pada ASI selain untuk kebutuhan gizi dan daya tahan tubuh, ASI sangat mempengaruhi tumbuh kembang otak anak dan kecerdasan anak. Menurut penelitian yang dilakukan dr. Betty Vohr, profesor dari Brown University. Penelitian ini juga mengatakan bahwa bayi yang diberi lebih banyak ASI menunjukkan IQ yang lebih tinggi. Hasil tersebut juga didukung dengan penelitian yang dilakukan oleh Dr. Michael Kramer, profesor dari McGill University juga menyebutkan bahwa semakin lama bayi diberi ASI, maka semakin besar potensi bayi untuk memiliki IQ yang lebih tinggi.

Hal ini dapat terjadi karena kandungan lemak pada ASI, Omega 3 dan omega 6 dan asam lemak tak jenuh rantai panjang atau asam dokosaheksanoat (DHA) yang terkandung dalam ASI. Selain DHA, ASI juga mengandung ARA, protein, taurin, dan beberapa enzim yang penting untuk perkembangan jaringan saraf. Kandungan tersebutlah yang mempengaruhi kecerdasan anak, yang mana kandungan zattersebut pada ASI jauh lebih tinggi dibandingkan dengan susu formula.
Hal lain yang juga mempengaruhi, aspek fisik dan emosional dalam proses menyusui dapat menciptakan perubahan permanen pada perkembangan otak anak.

Dengan berbagai kandungan baik yang terdapat dalam ASI tersebut, maka sepantasnya sang ibu memberikan ASI tersebut kepada bayi melalui kegiatan menyusui. Susu formula boleh saja diberikan kepada anak jika ada kondisi medis tertentu yang membuat produksi ASI terganggu. Selama tidak ada kondisi medis yang menganggu produksi kelancaran ASi maka seorang ibu tetap harus memprioritaskan ASI sebagai nutrisi utama bayi dibawah hingga usia 6 bulan.

Kendati menyusui sudah menjadi budaya yang dilakukan ibu pasca melahirkan, masih ada diantara ibu – ibu yang memiliki anak dibawah usia 6 bulan memilih untuk tidak memberikan ASI dengan berbagai alasan. Alasan terbesar yang membuat ibu yang tidak memberikan ASI secara esklusif kepada anaknya ialah keharusan untuk berkerja, sehingga sulit untuk memberikan ASI dan memutuskan mengganti kebutuhan nutrisi dengan susu formula.

Ibu yang berkerja bukanlah penghalang untuk tetap memberikan ASI, saat ini diberbagai kantor pemerintahan dan swasta bahkan fasilitas umum mayoritas sudah menyediakan ruangan laktasi bagi ibu menyusui untuk memerah ASI. Saat ini sudah tersedia alat perah ASI yang mempermudah dan mempercepat tugas ibu untuk memenuhi kebutuhan ASI sang buah hati.